SUDAH KETEMU BELUM

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Gulim; panose-1:2 11 6 0 0 1 1 1 1 1; mso-font-alt:굴림; mso-font-charset:129; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1342176593 1775729915 48 0 524447 0;} @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face {font-family:”\@Gulim”; panose-1:2 11 6 0 0 1 1 1 1 1; mso-font-charset:129; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1342176593 1775729915 48 0 524447 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:Gulim; mso-fareast-language:KO;} p {mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0in; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:Gulim; mso-fareast-language:KO;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

SUDAH KETEMU BELUM
>
> ===================
> Anda tahu jaman dulu orang kalau dibaptis kan di
> pinggir kali. Satu pagi hari ada acara pembaptisan…
> pendetanya ngerendem sampai pinggang. Jemaat yang mau
> dibaptisnya ngantri di pinggir sungai tsb.
> Tiba² lewat seorang yang mabok… sambil sempoyongan
> dia melihat banyak orang antri di pinggir sungai…
> Dia terus ikut ngantri…
>
> Sampai tiba giliran dia, dia masuk ke sungai sebatas
> pinggang, berikut ini percakapan yang terjadi.
>
> Pendeta memegang kepalanya dan menenggelamkan si orang
> mabuk tersebut lalu mengangkat dan bertanya: Apakah
> anda sudah menemukan Yesus anakku?
> Orang Mabuk: Belum.
> Pendeta bingung… terus menenggelamkan siorang mabuk
> sekali lagi terus nanyalagi: Apakah anda sudah
> menemukan Yesus anakku?
> Orang Mabuk: Belum.
>
> Pendeta tambah bingung plus sedikit kesel, dia
> tenggelamin lagi sekali lagi… kali ini rada
> lamaan… dua menit penuh… terus dia nanya lagi:
> APAKAH ANDA SUDAH MENEMUKAN YESUS ANAKKU?
> Orang mabuk: (sambil gelagepan) Belum… Anda yakin
> dia tenggelamnya didaerah sini???
>
> IKLAN TERSELUBUNG
> =============
> Isteri seorang pengacara meninggal. Di pemakaman,
> orang-orang dikejutkan dengan nisan yang bertuliskan,
> “Grace, Isteri dari Pengacara Phillips, Pengacara
> untuk urusan Perceraian, Pidana, Perdata, dan Urusan
> Hukum Lainnya.”
>
> Tiba-tiba, Phillips menangis terisak-isak. Saudaranya
> berkata, “Menangislah, agar orang betul-betul tahu
> kalau kau sangat kehilangan istrimu!”
>
> Dengan airmata yang masih berlinang di pipinya,
> Phillips berkata, “Mengapa mereka sama sekali tidak
> mencantumkan nomor telepon dan alamat e-mailku di batu
> nisan itu?”
>
>
> LEMAH LEMBUT
> =========
> Siapa yang tidak terpikat dengan kecantikan Yunita,
> gadis seberang jalan yang serba lemah lembut itu?
> Rasanya setiap pemuda akan langsung jatuh hatinya jika
> berhadapan dengan Yunita.
>
> Tetapi suatu hari, Thomas yang sudah belasan tahun
> menaruh hati kepada Yunita, tiba-tiba membatalkan
> pinangan gara-gara mobil yang disopiri Yunita untuk
> ketiga kalinya menabrak orang, sehingga polisi
> memutuskan untuk mencabut SIM-nya.
>
> “Bagaimana mungkin seorang gadis yang lemah lembut dan
> berperasaan halus bisa menabrak orang,” tanya Thomas
> kepada polisi yang mengurus si Yunita.
>
> Polisi menjawab, “Kita juga tahu, Yunita memang super
> lemah lembut. Tapi, kedipannya itu lho, yang bisa
> mencelakakan orang.”
>
> Segera saja Thomas memperhatikan gadis super lemah
> lembut itu. Saking lemah lembutnya, mengedipnya pun
> lamban banget. Semenit dia berkedip, dua menit
> kemudian baru melek lagi.
>
> OBROLAN TIKUS
> ==========
> Pada suatu saat ada 3 ekor tikus yang sedang ngerumpi,
> asyik bener.
>
> Tikus 1: “Hoi … kamu tau ndak, bagiku perangkap
> tikus itu nggak ada artinya, malah kalo ada, perangkap
> itu sengaja aku buat mainan ….”
>
> Tikus 2: “Wahh … itu sih nggak ada apa-apanya! Kamu
> tau nggak, racun tikus itu sudah seperti air putih
> bagiku, minuman sehari-hariku itu ya racun tikus ….”
>
> Tikus ketiga diam sejenak … dan tiba-tiba langsung
> ngeloyor pergi tanpa bilang apa-apa. Lalu kedua
> temannya langsung bertanya, “Hey, kamu mau kemana?”
>
> Tikus 3: “Sorry aku harus pergi dulu soalnya aku ada
> kencan sama kucing ….”
>
>
> HEBAT
> ====
> Saat istirahat sekolah, si Thole dan Panjul
> duduk-duduk berdua sambil mengobrol. Mereka lalu
> saling membanggakan ayahnya masing-masing.
> Keduanya berusaha agar ayahnya tampak lebih unggul
> dari ayah temannya.
>
> Teringat akan pelajaran geografi pagi harinya Panjul
> bertanya, “Kamu tahu Terusan Sues kan?”
>
> “Tahu, yang diterangkan Bu Guru tadi pagi kan?
> Kenapa?” tanya si Thole.
>
> “Itu ayahku yang menggalinya,” kata Panjul.
>
> “Kamu tahu Laut Mati nggak?” tanya si Thole.
>
> “Tahu. Kenapa?” Panjul balik bertanya.
>
> “Itu ayahku yang membunuhnya ….”
>

Ditulis dalam Hiburan. Komentar Dimatikan