Buku Harian…

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
Buku Harian…

BUKU HARIAN ISTERI

Minggu Malam – Dia bertingkah aneh. Sebelumnya kami
berjanji bertemu di Cafe. Aku shopping seharian dg
teman-teman, sehingga mungkin dia kesal karena aku
agak telat sampai di Cafe, tapi dia tak berkomentar.

Ngobrolnya nggak nyambung, jadi aku usul kita pergi
ketempat yang agak sepi supaya ngobrolnya lebih enak,
dia setuju tapi tetap diam dan berjarak. Aku tanyakan
apa yang salah – dia jawab, ‘Tak ada’. Aku tanyakan
apakah kesalahan ku yang membuatnya kesal..
Dia bilang hal ini tak ada kaitannya dengan ku dan
minta aku nggak usah khawatir.

Dalam perjalanan pulang, ku bilang aku mencintainya,
dia cuma tersenyum tipis dan tetap menyetir. Aku
tak bisa menjelaskan perangainya sore itu. Aku tak
habis pikir kenapa dia tak menjawab, ‘aku cinta kamu
juga’. Sesampainya dirumah, aku merasa kehilangan
dia, dan seolah-olah dia tak menghendaki ku lagi. Dia
hanya duduk dan nonton depan TV; dia terlihat jauh dan
menghilang.. ….

Akhirnya aku putuskan untuk tidur. Sekitar 10 menit
kemudian, dia menyusul ke kamar. Aku nggak tahan
lagi, kuputuskan untuk menghadapinya dan menanyakan
soal sebenarnya, tapi dia langsung tertidur. Aku mulai
menangis sampai tertidur. Aku tak tah u apa yang harus
Ku lakukan. Hidupku serasa kiamat…

BUKU HARIAN SUAMI

Hari ini BELANDA kalah… SIALAAANN! !!

Ditulis dalam Hiburan. Komentar Dimatikan

Republik Deso

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; color:black;} a:link, span.MsoHyperlink {mso-style-priority:99; color:blue; text-decoration:underline; text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed {mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; color:purple; mso-themecolor:followedhyperlink; text-decoration:underline; text-underline:single;} p {mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; margin-top:.75pt; margin-right:0in; margin-bottom:.75pt; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; color:black;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
Republik Deso

Untuk Catatan Ringan Pustakalewi. Net pekan ini, izinkanlah saya

mengutip tulisan Ika S. Creech, yang akhir-akhir ini beredar di

berbagai mailing list. Ika mengaku sebagai putra Indonesia Asli, kini

bertempat tinggal di Paris dan bekerja sebagai pembawa acara di salah

satu stasiun di Perancis.

Menurutnya, Deso (baca: ndeso) adalah sebutan untuk orang yang norak,

kampungan, udik, shock culture, countrified dan sejenisnya. Ketika

mengalami atau merasakan sesuatu yang baru dan sangat mengagumkan,

maka ia merasa takjub dan sangat senang, sehingga ingin terus

menikmati dan tidak ingin lepas, kalau perlu yang lebih dari itu.

Kemudian ia menganggap hanya dia atau hanya segelintir orang yang baru

merasakan dan mengalaminya. Maka ia mulai atraktif, memamerkan dan

sekaligus mengajak orang lain untuk turut merasakan dan menikmatinya,

dengan harapan orang yang diajak juga terkagum-kagum sama seperti dia.

Semua kampus di Jepang penuh dengan sepeda, tak terkecuali Dekan atau

bahkan Rektor pun ada yang naik sepeda datang ke kampus. Sementara

pemilik perusahaan Honda tinggal di sebuah apartemen yang sederhana.

Ketika beberapa pengusaha ingin memberi pinjaman kepada pemerintah

Indonesia mereka menjemput pejabat Indonesia di Bandara Narita.

Pengusaha tersebut bertolak dari Tokyo menggunakan kendaraan umum,

sementara pejabat Indonesia yang akan dijemput menggunakan mobil dinas

Kedutaan yaitu Mercedes Benz.

Ketika saya di Australia berkesempatan melihat sebuah acara dari jarak

yang sangat dekat, yang dihadiri oleh pejabat setingkat menteri, saya

tertarik mengamati pada mobil yang mereka pakai yaitu merek Holden

baru yang paling murah untuk ukuran Australia. Yang menarik, para

pengawalnya tidak terlihat karena tidak berbeda penampilannya dengan

tamu-tamu, kalau tidak jeli mengamati kita tidak tahu mana pengawalnya.

Di Sidney saya berkenalan dengan seorang pelayan restoran Thailand.

Dia seorang warga Negara Malaysia keturunan China, sudah menyelesaikan

Doctor, sekarang sedang mengikuti program Post-Doc, Dia anak seorang

pengusaha yang kaya raya di negaranya. Tidak ingin menggunakan

fasilitas orang tuanya malah jadi pelayan. Dia juga sebenarnya

memperoleh beasiswa dari perguruan tingginya.

Satu bulan di Jepang, saya tidak melihat orang menggunakan HP Nokia

Communicator, mungkin kelemahan saya mengamati. Setelah saya baca

koran, ternyata konsumen terbesar HP Nokia Communicator adalah Indonesia.

Sempat berkenalan juga dengan seorang yang berada di stasiun kereta di

Jepang, ternyata dia anak seorang pejabat tinggi negara, juga naik

kereta. Yang tak kalah serunya saya juga jadi pengamat berbagai jenis

sepatu yang di pakai masyarakat Jepang ternyata tak bermerek, wah ini

yang ndeso siapa yah?

Sulit membedakan tingkat ekonomi seseorang di jepang atau di

Australia, baik dari penampilannya, bajunya, kendaraannya, atau

rumahnya. Kita baru bisa menebak kekayaan seseorang kalau sudah

mengetahui riwayat pekerjaan dan jabatannya di perusahaan.

Jangan-jangan kalau orang Jepang diajak ke Pondok Indah bisa pingsan

melihat rumah mewah dan berukuran besar. Rata-rata rumah di Jepang

memiliki tinggi plafon yang bisa digapai dengan tangan hanya dengan

melompat. Sehingga untuk duduk pun banyak yang lesehan.

Ketika Indonesia sedang terpuruk, Hutang sedang menumpuk, rakyat

banyak yang mulai ngamuk. Negara sedang kere, rakyat banyak yang antri

beras, minyak tanah, minyak goreng dan lain-lain. Maka harga diri kita

tidak bisa diangkat dengan medali emas turnamen olah raga, sewa pemain

asing, banyak perayaan yang gonta-ganti baju seragam, baju dinas,

merek mobil, proyek mercusuar, dll, dsb, dst…

Bangsa ini akan naik harga dirinya kalo hutang sudah lunas, kelaparan

tidak ada lagi, tidak ada pengamen dan pengemis, tidak ada lagi WTS,

angka kriminal rendah, korupsi berkurang, pendidikan terjangkau,

sarana kesehatan memadai, punya posisi tawar terhadap kekuatan global,

serta geopolitik dan geostrategi yang disegani. Maka orang Ndeso

(alias norak) tidak mampu mengatasi krisis karena tidak bisa

menjadikan krisis sebagai paradigma dalam menyusun APBD dan APBN. Nah,

karena yang menyusun orang-orang norak maka asumsi dan paradigma yang

dipakai adalah negara normal atau bahkan mengikut negara maju.

Bayangkan ada daerah yang menganggarkan dana untuk sepak bola 17

milyar Rupiah, sementara anggaran kesejahteraan rakyatnya hanya 100

juta Rupiah, wiiieh!!! Akhirnya penyakit norak ini menjadi wabah yang

sangat mengerikan dari atas sampai bawah :

- Orang bisa antri Raskin sambil pegang HP,

- Pelajar bisa nunggak SPP sambil merokok,

- Orang tua lupa siapkan SPP, karena terpakai untuk beli TV dan kulkas,

- Orang bule mabuk karena kelebihan uang, orang kampung mabuk beli

minuman patungan,

- Para pengungsi bisa berjoged dalam tendanya,

- Orang-orang dapat membeli gelar akademis di ruko-ruko tanpa kuliah,

- Ijazah Doktor luar negeri bisa di beli sebuah rumah petakan gang

sempit di Cibubur,

- Kelihatannya orang sibuk ternyata masih sering keluar masuk Mc Donald,

- Kelihatannya orang penting, ternyata sangat tahu detail dunia

persepakbolaan,

- Kelihatan seperti aktivis tapi habis waktu untuk mencetin HP,

- 62 tahun merdeka, lomba-lombanya masih makan kerupuk saja,

- Agar rakyat tidak kelaparan maka para pejabatnya dansa-dansi di

acara tembang kenangan,

- Agar kampanye menang harus berani sewa bokong-bokong bahenol ngebor,

- Agar masyarakat cerdas maka sajikan lagu goyang dombret,

- Agar bisa disebut terbuka maka harus bisa buka-bukaan,

- Yang lebih mengerikan lagi adalah supaya kita tidak terlihat kere,

maka harus bisa tampil keren.

Tulisan Ika ini sangat menarik. Untuk itu, mari sama-sama kita

renungkan. Semoga, kita segera lepas dari tuduhan “deso” dan tidak

terus-menerus berlagak keren, padahal aslinya kere.

Oleh : Agustinus “JOJO” Raharjo.

Jurnalis & pemerhati www.pustakalewi. net

Ditulis dalam Hiburan. Komentar Dimatikan

Ah Beng bought a new mobile.

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Tahoma; panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-520082689 -1073717157 41 0 66047 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; color:black;} p {mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; margin-top:.75pt; margin-right:0in; margin-bottom:.75pt; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; color:black;} span.ecyshortcuts {mso-style-name:ecyshortcuts; mso-style-unhide:no;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
============ ========= ========= ======
Ah Beng bought a new mobile.

He sent a message to everyone from his Phone Book & said, “My Mobile No. has changed.
Earlier it was Nokia 3310. Now it is 6610″

============ ========= ========= ======
Ah Beng : I am a Proud, coz my son is in Medical College.
Friend: Really, what is he studying.
Ah Beng: No, he is not studying, they are studying him.

============ ========= ========= ========= ===
Ah Beng : Doctor, in my dreams, I play football every night.
DR: Take this tablet, you will be ok.
Ah Beng : Can I take tomorrow? Tonight is final game.

============ ========= ========= ========= ====
Ah Beng : If I die, will you remarry?
Wife: No! I’ll stay with my sister. But if I die will you remarry?
Ah Beng : No, I’ll also stay with your sister.

============ ========= ========= ========= ==
Ah Beng : People consider me as a “GOD”
Wife: How do you know??
Ah Beng : When I went to the park today, everybody said, Oh GOD! You have come again.

============ ========= ========= ========= ====
Ah Beng complained to the police: “Sir, all items are missing except the TV in my house.”
Police: “How the thief did not take TV?”
Ah Beng : “I was watching TV news…”

============ ========= ========= ========= ==
Ah Beng comes back to his car and find a note saying “Parking Fine”
He writes a note and sticks it to a pole “Thanks for compliment.”

============ ========= ========= ========= ======
How do you recognize Ah Beng  in School?
He is the one who erases the notes from the book when the teacher erases the board.

============ ========= ========= ========= ========
Once  Ah Beng was walking he had a glove on one hand and not on other.
So the man asked him why he did so. He replied that the weather forecast announced that on one hand it would be cold and on the other hand it would
be hot.

============ ========= ========= ========= ========= ==
Ah Beng  in a bar and his cellular phone rings. He picks it up and says “Hello, how did you know I was here?”

============ ========= ========= ========= ========= ===
Ah Beng : Why are all these people running?
Man : This is a race, the winner will get the cup
Ah Beng : If only the winner will get the cup, why others running?

============ ========= ========= ========= ========= ===
Teacher: “I killed a person” convert this sentence into future tense
Ah Beng : The future tense is “you will go to jail”

============ ========= ========= ========= ========= =====
Ah Beng told his servant: “Go and water the plants!”
Servant: “It’s already raining.”
Ah Beng : “So what? Take an umbrella and go.”

============ ========= ========= ========= ========= =====
A man asked Ah Beng why  Ahmad Badawi goes walking in the Evening and not in the morning.
Ah Beng replied Ahmad Badawi is PM not AM

Ditulis dalam Hiburan. Komentar Dimatikan

Sebelum Menikah ………… .

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; color:black;} p {mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; margin-top:.75pt; margin-right:0in; margin-bottom:.75pt; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; color:black;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
Sebelum Menikah ………… .

Cowok    : Akhirnya aku sudah menunggu saat ini tiba sejak lama

Cewek     : Apakah kau rela kalau aku pergi  ?

Cowok     : Tentu Tidak!!Jangan pernah kau berpikiran seperti itu

Cewek     : Apakah Kau mencintaiku ??

Cowok     : Tentu !! Selamanya akan tetap begitu

Cewek     : Apakah kau pernah selingkuh  ??

Cowok     : Tidak !! Aku tak akan pernah melakukan hal sebodoh itu

Cewek     : Maukah kau menciumku ??

Cowok     : Ya

Cewek     : Sayangku…. …

Sesudah 5 tahun nikah….

Silahkan baca dari bawah ke atas

Ditulis dalam Hiburan. Komentar Dimatikan

Logistik Singapura Terbaik di Dunia, RI Hanya Peringkat ke-43

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; color:black;} p {mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; margin-top:.75pt; margin-right:0in; margin-bottom:.75pt; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; color:black;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Logistik Singapura Terbaik di Dunia, RI Hanya Peringkat ke-43

Dadan Kuswaraharja – detikfinance

Washington DC, -Bank Dunia mengeluarkan hasil studi
baru yakni Logistics Performance Index (LPI). LPI ini membandingkan 150
negara-negara yang memiliki logistik perdagangan dan transportasi
global terbaik.

Hasilnya, Singapura menjadi yang terbaik dalam logistik perdagangan dan
transportasi yang disurvei Bank Dunia tersebut. Sementara Indonesia
berada di peringkat 43.

Negara-negara maju, seperti yang tergabung dalam G-7 menempati
peringkat teratas dalam daftar ini. Untuk negara berkembang, termasuk
negara berpendapatan rendah, peringkatnya relatif menyebar. Ada yang
menempati rangking atas dan ada juga yang di bawah.

China misalnya, menempati urutan 30, sementara negara yang merupakan
pengekspor minyak, Aljazair cuma menempati urutan ke 140.

Negara-negara yang memiliki logistik perkapalan yang baik cenderung lebih
menarik bagi investor asing.

“Negara yang memiliki biaya logistik mahal akan kehilangan kesempatan
dalam globalisasi,” ujar Jean Francois Arvis, penulis utama LPI dalam
siaran persnya yang dikutip detikFinance Senin (12/11/2007).

Di Asia Tenggara, Indonesia kalah dari Singapura, Thailand dan
Malaysia. Namun dalam urusan logistik Indonesia masih menang dari
Filipina, Myanmar dan Vietnam.

LPI ini mengukur efesiensi dan efektivitas proses pembebasan barang di
bea cukai masing negara, juga mengukur kualitas dari transportasi dan
sistem teknologi logistik, kemudahan dalam perkapalan, biaya logistik,
dan waktu yang dibutuhkan.

Bank Dunia mencatat tingginya biaya logistik dan pelayanan yang buruk
merupakan penghalang terhadap perdagangan antar negara, hal ini
akhirnya akan bermuara pada penurunan investasi asing dan pertumbuhan
ekonomi. (ddn/qom)

Ditulis dalam Ekonomi. Komentar Dimatikan

Yuk beralih sebentar ke Singapura

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin;} h3 {mso-style-priority:9; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-link:”Heading 3 Char”; mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0in; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; mso-outline-level:3; font-size:13.5pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; font-weight:bold;} a:link, span.MsoHyperlink {mso-style-priority:99; color:blue; text-decoration:underline; text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed {mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; color:purple; mso-themecolor:followedhyperlink; text-decoration:underline; text-underline:single;} p {mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0in; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin;} span.Heading3Char {mso-style-name:”Heading 3 Char”; mso-style-priority:9; mso-style-unhide:no; mso-style-locked:yes; mso-style-link:”Heading 3″; mso-ansi-font-size:13.5pt; mso-bidi-font-size:13.5pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-ascii-font-family:”Times New Roman”; mso-hansi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; font-weight:bold;} span.highlight {mso-style-name:highlight; mso-style-unhide:no;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Yuk beralih sebentar ke Singapura. Temasek, bagi saya, adalah model bisnis yang sangat bagus. Temasek adalah ramuan antara talenta bisnis, visi strategik, dan kekuatan politik yang rancak. Mereka mengumpulkan aset yang nilai intrinsiknya di bawah nilai pasar, lalu dibeli dan dipoles, sampai harganya membumbung tinggi.

Kendati mengendalikan portofolio senilai lebih dari $80 milyar, sejak ditangani Ho Ching tahun 2002, organisasi Temasek bisa dibilang plain dan simpel. Sangat efisien. Temasek cuma punya tiga senior managing director dan delapan managing director. Mereka inilah yang berburu aset-aset strategis untuk dibeli — terutama di luar negeri. Mereka membeli perusahaan-perusahaan yang “nampak” kurang sehat dan mengambil dengan proporsi yang sangat besar sehingga memegang kontrol pengambilan keputusan.

Direksi Temasek juga merupakan tokoh terkemuka dari kalangan pemerintahan dan politik, seperti S Dhanabalan, Kua Hong Pak, Koh Boon Hwee dan Kwa Chong Seng, Lim Siong Guan, Sim Kee Boon, yang sangat berpengaruh dan dipercaya oleh pemerintah. Mereka juga menjadi direktur di perusahaan pemerintah lainnya. Di Temasek, seorang direktur diangkat dan diturunkan atas persetujuan Presiden Singapura. Jelas, operasional Temasek sangat terbantu oleh kekuatan politis ini.

Talenta bisnis orang-orang Temasek juga jempolan. Sebutlah Kua Hong Pak, direktur PSA sekaligus orang dekat Lee Hsien Loong; Goh Yew Lim, direktur Direktur CIMB-GK Pte Ltd; dan tak kalah penting, Ho Ching, mantan dirut SingTel, executive director Temasek, dan istri Lee Hsien Loong. Temasek juga punya eksekutif dengan latar belakang mumpuni, misalnya Simon Israel (Sara Lee Corporation/Danone), Manish Kejriwal (McKinsey), Frank Tang (Goldman Sachs), Francis Rozario (Citibank). Wajar kalau Temasek selalu dapat yang terbaik: BII, Danamon, Telkomsel, Indosat, atau Astra.

Sayangnya Temasek tak melakukan assessment terhadap risiko politik yang mungkin dihadapi. Temasek terlalu naif berinvestasi hanya dengan melihat aspek finansial — apalagi masuk di negara berkembang yang sarat dengan gonjang-ganjing politik. Mereka mungkin lupa bahwa jaminan hukum dan iklim bisnis yang kondusif tak selalu ada dan terjaga. Ho Ching juga punya reputasi tukang bikin bangkrut saat membeli produsen harddisk Micropolis sampai nyaris dipecat dari SingTel. Beliau juga membuat blunder terkait dengan pembelian Shin Corp di Thailand baru-baru ini. Ho juga orang yang tertutup, tak bersahabat, dan sulit dimengerti.

Manuver Temasek dan Singapura Sekarang

Temasek kini juga mencengkeram Astra. BusinessWeek menyebut Astra perusahaan terbaik 94 di Asia dan terbaik kedua di Indonesia (setelah Telkom). Lini bisnis Astra juga berkibar di berbagai sektor, sebutlah Astra Agro Lestari, Astra Graphia, Astra CMG Life, Asuransi Astra Buana, Federal International Finance, Astra Credit Company, sampai Bank Permata.

Proses akuisisi ini sebenarnya sudah dilakukan sejak krisis. Tapi puncaknya mungkin tahun 2003 ketika 39,5% saham Astra dijual BPPN ke konsorsium Cycle & Carriage Mauritius yang dimodali DBS. Mereka kemudian terus menambah kepemilikannya di Astra. Sekarang, 50,11% saham Astra dikuasai Temasek lewat Jardine Cycle & Carriage (JCC) — perusahaan yang sebenarnya dulu pernah akan dibeli Astra Otoparts. Dengan pendapatan Rp 55 triliun, Astra jadi mesin uang buat Temasek.

Yang paling saya “suka” dari Temasek, ia bisa memasuki bisnis agro, otomotif, alat berat, infrastruktur, telekomunikasi, keuangan dan menguasai pangsa pasar yang disentuhnya. Tapi hebatnya, manuver Temasek begitu rapi, bertahap, dan low-profile. Nyaris tak terdengar. Ironisnya, pelaku pasar kebanyakan kurang “ngeh” dengan manuver Temasek. Repotnya lagi, kita lantas terbuai bahwa kalau perusahaan dikuasai imperium Temasek, dijamin pasti bawa untung.

Sejak 2004 Temasek memang banyak berburu di luar Singapura, dan hampir seluruhnya di sektor jasa keuangan dan telekomunikasi. Investasi terbesarnya antara lain BII, Danamon, Bank of China, Stanchart, dan Shin Corp. Silent expansion ini menyiratkan ambisi Singapura untuk menjadi financial hub di kawasan Asia: menguasai perbankan, mengendalikan telekomunikasi. Ke depannya, sektor apa sih yang bisa lebih “hot” dari dua industri itu?

Dan yang tak boleh diabaikan, ingat kasus transaksi derivatif Indosat? Temasek sampai mendatangkan mantan wakil Menteri Pertahanan Amerika untuk melobi pejabat-pejabat Indonesia. Tangan-tangan Temasek juga menggerayangi wartawan untuk mempengaruhi pemberitaan di media. Beberapa kasus yang membuat nama Temasek negatif seperti ini membuat mereka memasang Myrna Thomas sebagai managing director for corporate affairs untuk menetralisir persepsi orang. Belakangan fungsi kehumasan ini dianggap lebih strategis karena mereka memang banyak berekspansi ke luar negeri.

Nama “temasek” sebenarnya mengacu pada “sea town” atau nama purba Singapura. Lucunya, gara-gara sumpah Mahapatih Gajah Mada, Singapura (Tumasik) dulu pernah berada di bawah kekuasaan Nusantara. Sekarang, terlalu naif membandingkan negeri ini dengan Singapura. Walau cuma sebesar Jakarta, Singapura merupakan negara ke-17 terkaya di dunia. Repotnya, kendati mengeruk duit di Indonesia, Singapura terkenal kurang ramah terhadap negara kita.

Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat (Singapura)

Teorinya, membangun negara harus bertumpu pada infrastruktur untuk kemaslahatan umat. Di Amerika, mereka justru pertama-tama membangun rel kereta agar mobilitas rakyat (terutama menengah ke bawah) lancar dan menggerakkan kegiatan perekonomian serta pertumbuhan. Walau dicap kapitalis, mereka sebetulnya sangat berorientasi pada rakyat kecil. Jepang dan Eropa juga demikian. Di Indonesia justru terbalik keadaannya. Kita malah memprogram jalan tol 1000 km dan mengabaikan kereta api. Yang diuntungkan jelas para penggede, bukan rakyat kecil.

Saat sekarang, makroekonomi sudah beranjak pulih. Namun perusahaan-perusahaan bagus milik bangsa ini sudah kadung diambil (mayoritas) oleh Singapura. Sementara pembangunan, seperti tersebut di atas, tak berorientasi ke rakyat kecil. Jadi, lengkaplah sudah kesialan kita. Sementara kita tak sadar malah ber-haha-hihi mengikuti Tukul mengolok-olok diri sendiri.

Kembali ke orang-orang terkaya tersebut di atas, hubungan Sandi dengan keluarga Soeryadjaya memang sudah sejak lama. Sandi pernah menangani perusahaan Edward (kakak Edwin) di Canada. Sandi dan Edwin pernah membangun situs e-marketing rumah123.com. Boleh jadi Sandi ada di bawah bayang-bayang Edwin. Sedangkan Patrick adalah menantu Teddy Rachmat, mantan petinggi Astra. Rosan P Roeslani adalah teman dekat Sandi. Mereka sangat dekat dengan Astra dan keluarga Soeryadjaya, anak pendiri Astra.

Sementara Astra, kita tahu, sudah dikuasai Temasek. Keluarga orang-orang terkaya lainnya — baik angkatan lama atau angkatan muda — juga dekat dengan lingkaran ini. Pendek kata, pemilik aset-aset strategis negeri ini kalau bukan Singapura ya orang-orang Indonesia yang dekat dengan Singapura.

Jadi, salahkah saya kalau berteori bahwa masa depan negeri ini sebenarnya ada di tangan Singapura?

Mudah-mudahan sedikit coretan ini bisa memotivasi pembaca sekalian — agar tak cuma berpacu mengejar kekayaan, tetapi juga memperjuangkan nation pride. Saya, Anda, siapa pun juga pasti pengen jadi kaya. Masalahnya siapa yang ingin memulai dan siapa yang cuma ingin mengamati, atau ngrasani saja? Jujur saja, saya lebih senang bertransaksi dengan orang kita sendiri; yang jelas-jelas mengembalikan sebagian keuntungannya buat fakir miskin dan anak yatim. Tapi mau gimana lagi?

Temasek memang mencengkram indonesia. Dgn lobinya di kalangan anggota DPR dia bisa mengendus informasi politik, hukum dan ekonomi. Dgn saham nya di indosat dan telkomsel penyadapan informasi bisa dan mungkin terjadi. Tapi seharusnya pemerintah indo tidak mengijinkan pembelian aset2 strategis oleh “vehicle company” yg berstatus di virgin island, cayman island yg anehnya sering merupakan “perpanjangan tangan” dari temasek. Hanya ada satu cara melawan dominasi ekonomi asing di negara kita yaitu boikot. Sms, email, milis harus digunakan masyarakat yg sadar dan cinta negeri ini sbg media informasi. Temasek, singapore, yahudi dan israel merupakan mata rantai tak terpisahkan. Seperti rakyat jepang dan korea yg fanatik thd produk dalam negeri, rakyat indo hrs meniru mereka. Bisa apa temasek di jepang? Bisa apa temasek di korea? Bahkan di malaysia, temasek holding kewalahan bersaing dg khazanah nasional milik pemerintah malaysia. Di indo mereka dapat angin krn tidak ada pesaing berarti.

Ditulis dalam Ekonomi. Komentar Dimatikan

Selamat Hari Raya Iedul Fitri

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Tahoma; panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-520082689 -1073717157 41 0 66047 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Kata telah terucap, tangan telah tergerak, prasangka telah terungkap, Tiada kata, Kecuali “saling maaf” jalin ukhuwah & kasih sayang raih indahnya kemenangan hakiki, Selamat Hari Raya Iedul Fitri

Selamat Hari …… ,
marilah kita saling mengasihi n memaafkan…
Ku tau kau telah banyak berbuat salah dan dosa kepadaku, sering meminjam duit n ga ngembaliin, pake motor ga pernah isi bensin, tapi tak usah risau… ku t`lah memaafkanmu…

” Sepuluh jari tersusun rapi.. Bunga melati pengharum hati .. SMS dikirim pengganti diri… Memohon maaf setulus hati … Mohon Maaf Lahir dan Batin .. Met Idul Fitri …

Andai jemari tak smpt berjabat,andai raga tak dpt b’tatap
seiring beduk yg mgema,sruan takbir yg berkumandang
kuhaturkan salam menyambut hari raya idul fitri,jk ada kata serta khilafku membekas lara mhn maaf lahir batin.
SELAMAT IDUL FITRI

Mawar berseri dipagi hari
pancaran putihnya menyapa nurani
sms dikirim pengganti diri
SELAMAT IDUL FITRI
MOHON MAAF LAHIR BATHIN

Sebelum Ramadhan pergi
Sebelum Idul fitri datang
Sebelum operator sibuk
Sebelum sms pending mulu
Sebelum pulsa habis
Dari hati ngucapin MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Jika HATI sejernih AIR, jangan biarkan ia keruh,
Jika HATI seputih AWAN, jangan biarkan dia mendung,
Jika HATI seindah BULAN, hiasi ia dengan IMAN.
Mohon Maaf lahir dan batin

Menyambung kasih, merajut cinta, beralas ikhlas, beratap doa.
Semasa hidup bersimbah khilaf & dosa, berharap dibasuh maaf.
Selamat Idul Fitri

Melati semerbak harum mewangi,
Sebagai penghias di hari fitri,
SMS ini hadir pengganti diri,
Ulurkan tangan silaturahmi.
Selamat Idul Fitri

Sebelas bulan kita kejar dunia,
kita umbar napsu angkara.
Sebulan penuh kita gelar puasa,
kita bakar segala dosa.
Sebelas bulan kita sebar dengki dan prasangka,
Sebulan penuh kita tebar kasih sayang sesama.
Dua belas bulan kita berinteraksi penuh salah dan khilaf,
Di hari suci nan fitri ini, kita cuci hati, kita buka pintu maaf.
Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin

Andai jemari tak sempat berjabat.
Jika raga tak bisa bersua.
Bila ada kata membekas luka.
Semoga pintu maaf masih terbuka.
Selamat Idul Fitri

Faith makes all things possible.
Hope makes all things work.
Love makes all things beautiful.
May you have all of the three.
Happy Iedul Fitri.”

walopun operator sibuk n’ sms pending terus,
kami sekeluarga tetap kekeuh mengucapkan
Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin

Bila kata merangkai dusta..
Bila langkah membekas lara…
Bila hati penuh prasangka…
Dan bila ada langkah yang menoreh luka.
Mohon bukakan pintu maaf…
Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin

Fitrah sejati adalah meng-Akbarkan Allah..
Dan Syariat-Nya di alam jiwa..
Di dunia nyata, dalam segala gerak..
Di sepanjang nafas dan langkah..
Semoga seperti itulah diri kita di hari kemenangan ini..
Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin

Waktu mengalir bagaikan air
Ramadhan suci akan berakhir
Tuk salah yg pernah ada
Tuk khilaf yg sempat terucap
Pintu maaf selalu kuharap
Met Idul Fitri

Walaupun Hati gak sebening XL dan secerah MENTARI.
Banyak khilaf yang buat FREN kecewa,
kuminta SIMPATI-mu untuk BEBAS kan dari ROAMING dosa
dan kita semua hanya bisa mengangkat JEMPOL kepadaNya
yang selalu membuat kita HOKI dalam mencari kartu AS
selama kita hidup karena kita harus FLEXIbel
untuk menerima semua pemberianNYA dan menjalani
MATRIX kehidupan ini…dan semoga amal kita tidak ESIA-ESIA…
Mohon Maaf Lahir Bathin.

Satukan tangan,satukan hati
itulah indahnya silaturahmi
Di hari kemenangan kita padukan
keikhlasan untuk saling memaafkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Mohon Maaf Lahir Batin

MTV bilang kalo mo minta maap g ush nunggu lebaran
Org bijak blg kerennya kalo mnt maap duluan
Ust. Jefri blg org cakep mnt maap gk prl disuruh
Kyai blg org jujur ga perlu malu utk minta maap
Jd krn mrs anak nongkrong yg jujur, keren cakep dan baek
ya gw ngucapin minal aidzin wal faizin , mohon maaf lahir dan batin ..

Ditulis dalam Ideologi. Komentar Dimatikan

ANALISIS KIMIA WANITA

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Verdana; panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1593833729 1073750107 16 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

ANALISIS KIMIA WANITA


- SIFAT BAHAN: BERBAHAYA, EXPLOSIF, DAN KOROSIF (TERUTAMA TERHADAP UANG)
- NAMA UNSUR: Wanita
- SIMBOL: Wa
- MASSA ATOM: Berkisar 40 kg,biasanya bervariasi antara 40kg hingga 224kg
- PEMUNCULAN: Di lipatgandakan di seluruh dunia


BENTUK FISIK:
1) Permukaan biasa ditutupi oleh semacam bedak (biasanya untuk mengelabui bentuk fisik aslinya)
2) Mendidih tiba-tiba, membeku tanpa alasan
3) Meleleh apabila diperlakukan dengan benar
4) Pahit bila digunakan dengan salah
5) Ditemukan dalam bentuk bermacam-macam mulai dari permukaan yang sangat halus hingga yang sangat kasar
6) Menimbulkan bahaya ledakan yang sangat luar biasa bila disinggung pada bagian yang benar


BENTUK KIMIA:
1) Memiliki hubungan yang sangat erat dengan emas, perak, dan batu-batu mulia lainnya
2) Sangat korosif terhadap uang dan barang-barang mahal
3) Dapat meledak secara spontan tanpa tanda tanda terlebih dahulu dan tanpa alasan yang diketahui
4) Mudah terkena rangsangan oleh belaian tangan lelaki, biasanya reaksinya akan sangat luar biasa apabila disertai dengan pujian dan rayuan
5) Pemakan uang paling handal yang pernah dikenal manusia


KEGUNAAN:
1) Mudah digunakan, khususnya bila ada mobil sport dan rumah mewah di hadapannya
2) Dapat mengurangi stress dan menambah rasa relaks yang sangat luar biasa


METODA ANALISIS:
1) Secara konvensional dapat dianalisis secara rabaan (hanya bagi ahli kimia dengan pengalaman lebih dari sepuluh tahun)
2) Secara instrumental dapat dianalisis dengan alat Fourier Transformed Infra Red (FTIR) Spectrometer yang dilengkapi dengan Microscope tembus pandang


HASIL TEST:
1) Spesimen murninya berwarna pink jika pada keadaan stabil
2) Spesimen murninya berwarna hijau bila didekatkan pada spesimen lawan


SIFAT:
1) Sangat berbahaya kecuali di tangan yang sudah ahli
2) Ilegal untuk dimiliki lebih dari dua


FAKTA-FAKTA LAIN TENTANG UNSUR WANITA:
- Jika kau menciumnya, kau bukan gentleman
- Jika kau tidak menciumnya, kau bukan lelaki
- Jika kau memujinya, ia akan mengira kau ngegombal
- Jika kau tidak memujinya, kau adalah lelaki tak berguna
- Jika kau setuju semua keinginannya, dia akan ngelonjak
- Jika kau tidak setuju, kau tidak pengertian
- Jika kau bercinta dengannya, kau dicurigai “sudah ahli”
- Jika kau tidak bercinta dengannya, kau bukan lelaki
- Jika kau kunjungi dia sering-sering, dia pikir kau membosankan
- Jika tidak kau kunjungi sering-sering, dia menuduhmu main sama orang lain
- Jika kau berpakaian rapi, dia bilang kau menarik perhatian wanita lain
- Jika kau tidak berpakaian rapi, dia bilang kau berantakan
- Jika kau cemburu, dia bilang kau jahat
- Jika kau tidak cemburu, dia bilang kau tidak cinta padanya
- Jika kau ingin bercinta, dia kata kau tidak menghormatinya
- Jika kau tidak ingin bercinta, dia pikir kau tidak suka padanya
- Jika kau telat satu menit, dia akan marah-marah
- Jika dia telat satu jam, dia bilang itu memang seharusnya seorang wanita
- Jika kau mengunjungi wanita lain, dia akan menuduh kau punya wanita lain
- Jika dia dikunjungi lelaki lain, “Oh! Sudah biasa, kami wanita!”
- Jika kau menciumnya sebentar, dia tuduh kau orangnya dingin
- Jika kau menciumnya lama, dia teriak bahwa kau kurang ajar
- Jika kau gagal membantu dia menyeberang jalan, kau kurang etika
- Jika kau berhasil membantunya menyeberang jalan, dia anggap itu taktik lelaki
- Jika kau menatap wanita lain, dia tuduh kau buaya
- Jika dia ditatap lelaki lain, dia berkata bahwa mereka mengaguminya
- Jika kau membiayai hidupnya, dia pikir kau meremehkannya
- Jika kau tidak membiayai hidupnya, dia pikir kau pelit
- Jika kau bercinta dengan wanita lain, dia minta putus
- Jika dia bercinta dengan lelaki lain, “Bukan salahku! Dia yang memaksa!”
- Jika kau berhasrat bercinta dengannya, dia anggap hanya itu yang kau inginkan
- Jika kau tidak berhasrat bercinta dengannya, dia anggap kau jual mahal
- Jika kau bicara, dia ingin kau sendiri mendengar yang kau bicarakan
- Jika kau mendengar, dia ingin kau yang bicara
- Jika saat bercinta dia diam saja,dia minta dicumbu
- Jika saat bercinta kau diam saja, dia juga diam saja
- Jika dia menangis, kau salah telah membuatnya menangis
- Jika kau menangis, dia pergi darimu karena kau bukan lelaki sejati


Oh Tuhan!
Kau menciptakan UNSUR bernama “WANITA”
Sangat simple, tapi sangat kompleks
Sangat lemah, tapi sangat kuat pengaruhnya
Sangat membingungkan, tapi sangat indah dipandang…

Ditulis dalam Hiburan. Komentar Dimatikan

Kelas yang tadi ribut-ribut tanpa guru, kini menjadi sunyi.

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Kelas yang tadi ribut-ribut tanpa guru, kini menjadi sunyi.

Guru BahasaIndonesia yang paling ditakuti dan disegani oleh semua murid telah masuk ke dalam kelas.

Wajahnya garang seperti harimau kelaparan.

Murid-murid: Selamat pagi, Bu Guru!
Bu Guru (dengan suara melengking): Mengapa bilang selamat pagi saja? Kalau begitu siang, sore dan malam kalian mendoakan saya tidak
selamat ya?
Murid-murid: Selamat pagi, siang dan sore Bu Guru…..
Bu guru: Kenapa panjang sekali? Tidak pernah orang mengucapkan selamat seperti itu! Katakan saja selamat sejahtera, bukankah lebih bagus didengar dan penuh makna? Lagipula ucapan ini meliputi semua masa dan keadaan.
Murid-murid: Selamat sejahtera Bu Guru!
Bu guru: Sama-sama, duduk! Dengar baik-baik. Hari ini Bu Guru akan mengujikalian semua tentang lawanan kata atau antonim kata. Kalau Bu Guru sebutkan perkataannya, kalian semua harus cepat menjawabnya dengan lawankatanya, mengerti?
Murid-murid: Mengerti Bu Guru…

Guru: Pandai!
Murid-murid: Bodoh!
Guru: Tinggi!
Murid-murid: Rendah!
Guru: Jauh!
Murid-murid: Dekat!
Guru: Berjaya!
Murid-murid: Menang!
Guru: Salah itu!
Murid-murid: Betul ini!
Guru (geram): Bodoh!
Murid-murid: Pandai!
Guru: Bukan!
Murid-murid: Ya!
Guru (mulai pusing): Oh Tuhan!
Murid-murid: Oh Hamba!
Guru: Dengar ini…
Murid-murid: Dengar itu…
Guru: Diam!!!!!
Murid-murid: Ribut!!!!!
Guru: Itu bukan pertanyaan, bodoh!!!
Murid-murid: Ini adalah jawaban, pandai!!!
Guru: Mati aku!
Murid-murid: Hidup kami!
Guru: Saya rotan baru tau rasa!!
Murid-murid: Kita akar lama tak tau rasa!!
Guru: Malas aku ngajar kalian!
Murid-murid: Rajin kami belajar bu guru…
Guru: Kalian gila semua!!!
Murid-murid: Kami waras sebagian!
Guru: Cukup! Cukup!
Murid-murid: Kurang! Kurang!
Guru: Sudah! Sudah!
Murid-murid : Belum! Belum!
Guru: Mengapa kamu semua bodoh sekali?
Murid-murid: Sebab saya seorang pandai!
Guru: Oh! Melawan, ya??!!
Murid-murid: Oh! Mengalah, tidak??!!
Guru: Kurang ajar!
Murid-murid: Cukup ajar!
Guru: Habis aku!
Murid-murid: Kekal kamu!
Guru (putus asa): O.K. Pelajaran sudah habis!
Murid-murid: K.O. Pelajaran belum mulai!
Guru: Sudah, bodoh!
Murid-murid: Belum, pandai!
Guru: Berdiri!
Murid-murid: Duduk!
Guru: Bego kalian ini!
Murid-murid: Cerdik kami itu!
Guru: Rusak!
Murid-murid: Baik!
Guru (stres): Kamu semua ditahan siang hari ini!!!
Murid-murid: Kami sebagian dilepaskan tengah malam itu!!
Guru (stres): 66666
Murid-murid: 99999
Guru (stres): !!!!!
Murid-murid: ?????

Ditulis dalam Hiburan. Komentar Dimatikan

SUDAH KETEMU BELUM

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Gulim; panose-1:2 11 6 0 0 1 1 1 1 1; mso-font-alt:굴림; mso-font-charset:129; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1342176593 1775729915 48 0 524447 0;} @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face {font-family:”\@Gulim”; panose-1:2 11 6 0 0 1 1 1 1 1; mso-font-charset:129; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1342176593 1775729915 48 0 524447 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:Gulim; mso-fareast-language:KO;} p {mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0in; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:Gulim; mso-fareast-language:KO;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

SUDAH KETEMU BELUM
>
> ===================
> Anda tahu jaman dulu orang kalau dibaptis kan di
> pinggir kali. Satu pagi hari ada acara pembaptisan…
> pendetanya ngerendem sampai pinggang. Jemaat yang mau
> dibaptisnya ngantri di pinggir sungai tsb.
> Tiba² lewat seorang yang mabok… sambil sempoyongan
> dia melihat banyak orang antri di pinggir sungai…
> Dia terus ikut ngantri…
>
> Sampai tiba giliran dia, dia masuk ke sungai sebatas
> pinggang, berikut ini percakapan yang terjadi.
>
> Pendeta memegang kepalanya dan menenggelamkan si orang
> mabuk tersebut lalu mengangkat dan bertanya: Apakah
> anda sudah menemukan Yesus anakku?
> Orang Mabuk: Belum.
> Pendeta bingung… terus menenggelamkan siorang mabuk
> sekali lagi terus nanyalagi: Apakah anda sudah
> menemukan Yesus anakku?
> Orang Mabuk: Belum.
>
> Pendeta tambah bingung plus sedikit kesel, dia
> tenggelamin lagi sekali lagi… kali ini rada
> lamaan… dua menit penuh… terus dia nanya lagi:
> APAKAH ANDA SUDAH MENEMUKAN YESUS ANAKKU?
> Orang mabuk: (sambil gelagepan) Belum… Anda yakin
> dia tenggelamnya didaerah sini???
>
> IKLAN TERSELUBUNG
> =============
> Isteri seorang pengacara meninggal. Di pemakaman,
> orang-orang dikejutkan dengan nisan yang bertuliskan,
> “Grace, Isteri dari Pengacara Phillips, Pengacara
> untuk urusan Perceraian, Pidana, Perdata, dan Urusan
> Hukum Lainnya.”
>
> Tiba-tiba, Phillips menangis terisak-isak. Saudaranya
> berkata, “Menangislah, agar orang betul-betul tahu
> kalau kau sangat kehilangan istrimu!”
>
> Dengan airmata yang masih berlinang di pipinya,
> Phillips berkata, “Mengapa mereka sama sekali tidak
> mencantumkan nomor telepon dan alamat e-mailku di batu
> nisan itu?”
>
>
> LEMAH LEMBUT
> =========
> Siapa yang tidak terpikat dengan kecantikan Yunita,
> gadis seberang jalan yang serba lemah lembut itu?
> Rasanya setiap pemuda akan langsung jatuh hatinya jika
> berhadapan dengan Yunita.
>
> Tetapi suatu hari, Thomas yang sudah belasan tahun
> menaruh hati kepada Yunita, tiba-tiba membatalkan
> pinangan gara-gara mobil yang disopiri Yunita untuk
> ketiga kalinya menabrak orang, sehingga polisi
> memutuskan untuk mencabut SIM-nya.
>
> “Bagaimana mungkin seorang gadis yang lemah lembut dan
> berperasaan halus bisa menabrak orang,” tanya Thomas
> kepada polisi yang mengurus si Yunita.
>
> Polisi menjawab, “Kita juga tahu, Yunita memang super
> lemah lembut. Tapi, kedipannya itu lho, yang bisa
> mencelakakan orang.”
>
> Segera saja Thomas memperhatikan gadis super lemah
> lembut itu. Saking lemah lembutnya, mengedipnya pun
> lamban banget. Semenit dia berkedip, dua menit
> kemudian baru melek lagi.
>
> OBROLAN TIKUS
> ==========
> Pada suatu saat ada 3 ekor tikus yang sedang ngerumpi,
> asyik bener.
>
> Tikus 1: “Hoi … kamu tau ndak, bagiku perangkap
> tikus itu nggak ada artinya, malah kalo ada, perangkap
> itu sengaja aku buat mainan ….”
>
> Tikus 2: “Wahh … itu sih nggak ada apa-apanya! Kamu
> tau nggak, racun tikus itu sudah seperti air putih
> bagiku, minuman sehari-hariku itu ya racun tikus ….”
>
> Tikus ketiga diam sejenak … dan tiba-tiba langsung
> ngeloyor pergi tanpa bilang apa-apa. Lalu kedua
> temannya langsung bertanya, “Hey, kamu mau kemana?”
>
> Tikus 3: “Sorry aku harus pergi dulu soalnya aku ada
> kencan sama kucing ….”
>
>
> HEBAT
> ====
> Saat istirahat sekolah, si Thole dan Panjul
> duduk-duduk berdua sambil mengobrol. Mereka lalu
> saling membanggakan ayahnya masing-masing.
> Keduanya berusaha agar ayahnya tampak lebih unggul
> dari ayah temannya.
>
> Teringat akan pelajaran geografi pagi harinya Panjul
> bertanya, “Kamu tahu Terusan Sues kan?”
>
> “Tahu, yang diterangkan Bu Guru tadi pagi kan?
> Kenapa?” tanya si Thole.
>
> “Itu ayahku yang menggalinya,” kata Panjul.
>
> “Kamu tahu Laut Mati nggak?” tanya si Thole.
>
> “Tahu. Kenapa?” Panjul balik bertanya.
>
> “Itu ayahku yang membunuhnya ….”
>

Ditulis dalam Hiburan. Komentar Dimatikan